HOME

Deskripsi Pemesanan GoFood dan Use Case Diagram

Flow

  1. User membuka aplikasi gojek lalu memilih menu gofood.
  2. Lalu di halaman order user memilih dan melihat makanan yang hendak di pesan.
  3. Lalu user menentukan jumlah makanan yang akan dipesan.
  4. Lalu user bisa menuliskan catatan tentang makanan yang akan dipesan.
  5. Lalu user klik order dan berpindah ke halaman pembayaran.
  6. Di halaman pembayaran, user menentukan tempat dimana makanan diantar dan metode pambayaran Cash atau Go-pay.
  7. Lalu klik pesan.
  8. Setelah itu aplikasi gojek akan mencari driver .
  9. Jika sudah mendapat driver, maka driver akan memastikan pesanan melalui chat , telepon atau sms.
  10. Apabila hendak membatalkan pesanan tekan cancel order
  11. Setelah itu tunggu sampai pesanan diantar oleh driver.

 

Use Case

User :

1. Melihat makanan.
2. Memesan makanan.
3. Membatalkan Pesanan.

Driver :

Menerima Order Makanan

UTS APSI

1.
System Request – Aplikasi Dapodik
Project Sponsor :
Kemendikbud
Business Need :
Aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara menyediakan data pokok pendidikan yang lengkap, benar, mutakhir, dan akurat yang bersumber langsung dari satuan pendidikan.
Business Requirements:
Dengan aplikasi dapodik proses pendataan dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Dimana aplikasi dapodik memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pendataan. Aplikasi dapodik ini berbasis web dan dapat digunaakan di seluruh Indonesia.
Fungsi yang harus dimilikisistem:
1. Memasukkan dan menyimpan informasi/data
2. Mengelola informasi/data
3. Menyalurkan informasi/data
4. Mencari informasi/data

Business Value :
Dengan adanya aplikasi dapodik berbasis web ini diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara menyediakan data pokok pendidikan yang lengkap, benar, mutakhir, dan akurat yang bersumber langsung dari satuan pendidikan. Dan karena aplkasi ini berbasis web , aplikasi ini dapat mengurangi penggunaan kertas sehingga menghemat dana untuk penggunaan kertas.
Special Issues or Constraint :
Perlunya dilakukan pelatihan atau seminar tentang aplikasi dapodik ini ke seluruh wilayah Indonesia.

2.
Functional Requirement:
1. Memasukkan dan menyimpan informasi/data
2. Mengelola informasi/data
3. Menyalurkan informasi/data
4. Mencari informasi/data

3.
Non Functional Requirement:
1. Aplikasi dapat import data (missal exel) dalam waktu singkat.
2. Server up-time 99%
3. Server dapat diakses oleh banyak orang
4. Server dapat menyimpan data dengan aman, dan bisa diinput oleh banyak orang

4.
Feasibility :
a. Technical Feasibility
>Familiarity with application : medium
– Penggunaan aplikasi perlu diperkenalkan ke seluruh daerah di Indonesia,
dan banyak daerah yang bahkan belum mengenal komputer
> Risk Familiarity with technology : Medium
– Masih banyak daerah daerah di Indonesia yang belum mengenal internet
sehingga perlu penyebaran internet terlebih dahulu.
> Project size : sedang
– Pengerjaan aplikasi dikerjakan oleh yang ahli di bidangnya
– Diperlukan dana yang besar server yang cukup besar untuk menampung
data dan mampu diakses oleh masa yang cukup besar.
> Technical Infrastructure Requirement: high
– Server yang dibutuhkan sudah ada yang menyediakan untuk disewa atau dibeli
– Bisa diintegrasikan dengan NISN

b. Economic Feasibility
1. tangible
> Biaya
–> Sebelum menggunakan aplikasi dapodik
Dimisalkan penggunaan kertas dan transportasi di setiap sekolah 1 juta per bulan.
Di Indonesia terdapat kurang lebih 300.000 sekolah.
Anggaran untuk kertas : 300.000 * Rp.1.000.000 = Rp.300.000.000.000
–> Setelah penggunaan aplikasi dapodik
Server yang diperlukan per bulan seharga : Rp. 30.000.000/bulan
–> Biaya yang dihemat:
Rp.300.000.000.000 – Rp.30.000.000 = Rp.270.000.000.000
2. intangible
– Kemudahan dalam mengolah data
– Kemudahan dalam mencari data
c. Organization Feasibility
– Karena aplikasi ini merupakan program pemerintah sehingga sekolah-sekolah akan mengikuti penggunaan
aplikasi ini.
– Karena aplikasi ini akan mempermudah dalam pendataan di setiap sekolah dan mempermudah staff sekolah
dalam bekerja

TUGAS 1 – Sistem Analis dan Sistem Informasi

Pengertian Sistem Analis

Sistem analis adalah seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. Analis sistem memegang peranan yang sangat penting dalam proses pengembangan sistem. Seorang analis sistem harus memiliki setidaknya empat keahlian: analisis, teknis, manajerial, dan interpersonal (berkomunikasi dengan orang lain). Kemampuan analisis memungkinkan seorang analis sistem untuk memahami perilaku organisasi beserta fungsi-fungsinya, pemahaman tersebut akan membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan terbaik serta menganalisis penyelesaian permasalahan

Setidaknya, seorang sistem analis harus memiliki 4 keahlian:

  • Analisa, arti untuk memahami organisasi, keahlian dalam memecahkan masalah, serta pemahaman sistem.
  • Teknis, arti memahami potensi dan limitasi dari suatu teknologi.
  • Manager, arti kemampuan untuk mengatur proyek, sumber daya resiko dan perubahan.
  • Interpersonal, arti berkomunikasi dengan orang lain.

 

Deskripsi Pekerjaan System analyst di Suatu Perusahaan

a) Tanggungjawab analis sistem tidak hanya pada pembuatan program komputer saja, tetapi pada sistem secara keseluruhan.

b) Pengetahuan analis sistem harus luas, tidak hanya pada teknologi komputer, tetapi juga pada bidang aplikasi yang ditanganinya.

c) Pekerjaan analis sistem dalam pembuatan program terbatas pada pemecahan masalah secara garis besar.

d) Pekerjaan analis sistem melibatkan hubungan banyak orang, tidak terbatas pada sesama analis sistem,programer tetapi juga pemakai sistem dan manajer.

 

ANALISIS PERANCANGAN SISTEM INFORMASI BUKALAPAK

Bukalapak merupakan salah satu pasar daring (online marketplace) terkemuka di Indonesia (biasa dikenal juga dengan jaringan tokodaring ) yang dimiliki dan dijalankan oleh PT. Bukalapak. Seperti halnya situs layanan jual – beli daring (online) dengan model bisnis customer-to-customer (C2C), Bukalapak menyediakan sarana penjualan dari konsumen-ke-konsumen di mana pun. Siapa pun bisa membuka toko daring untuk kemudian melayani calon pembeli dari seluruh Indonesia baik satuan ataupun dalam jumlah banyak. Pengguna perorangan ataupun perusahaan dapat membeli dan menjual produk, baik baru maupun bekas, seperti sepeda, ponsel, perlengkapan bayi, gawai (gadget), aksesori gawai, komputer, sabak (tablet), perlengkapan rumah tangga, busana, elektronik, dan lain-lain.

Teknologi Informasi dan Sistem Informasi Bukalapak

Pada Bukalapak terdapat beberapa fitur, antara lain:

  1. Pulsa
  2. Paket Data
  3. Listrik PLN
  4. Voucher Game
  5. Buka Dompet
  6. Tiket Kereta
  7. Tiket Pesawat
  8. Zakat Profesi

Hardware yang digunakan BUKALAPAK tentu saja Komputer dan Server. BUKALAPAK bisa diakses di website melalui Personal Computer atau smartphone. Orang-orang yang menggunakan produk BUKALAPAK adalah pemilik barang dan konsumen. Data ada di perusahaan tersebut paling tidak memiliki data pemilik barang, data transaksi, dan data penjualan sebagai penunjang kinerja bisnis.

Klasifikasi Bukalapak

 

  1. Operating Support System
  2. Transaction Processing System

Transaction Process System adalah sistem informasi yang mengatur segala bentuk proses transaksi antara pemilik perusahaan dengan target konsumen. Biasanya, dalam sebuah perusahaan, digunakan customer support atau kasir atau karyawan yang bekerja di suatu perusahaan tersebut.

Transaction Process pada website BUKALAPAK adalah yang berinteraksi langsung dengan penggunanya, baik penjual maupun pembeli. Selain itu proses dalam pengiriman produk dari penjual menuju konsumen diatur dalam sistem informasi transaksi.

  1. Process Control System

Process Control System adalah peralatan /sistem informasi yang menunjang supervisory control dan akusisi data, programmable logic controller, dan distributed control system yang dapat mengumpulkan dan mengirim data seiring proses produksi.

Dalam BUKALAPAK, salah satu hal yang menjadi sebuah process control adalah bagaimana barang yang ingin diinputkan oleh penjual harus memiliki spesifikasi-spesifikasi tertentu sehingga apabila spesifikasi yang diminta tidak diinputkan maka sistem akan menolak entry untuk barang tersebut.

> Enterprise Collaboration System

Enterprise Collaboration System adalah sistem komunikasi antar karyawan dalam sebuah perusahaan yang menunjang kolaborasi platform, enterprise social networking tools, intranet korporal, dan Internet publik.

Dalam BUKALAPAK, hubungan tersebut dapat terjalin dengan menggunakan Customer Service sebagai bentuk layanan antara user dengan penjual.

  1. Management Support System
  2. Management Information System

Management Information System adalah sistem informasi yang menyediakan review / laporan detail kepada pihak manajemen. Laporan ini berguna untuk efisiensi dalam Transaction Process System.

Laporan yang dimaksud dalam perusahaan BUKALAPAK dapat berupa data-data traffic maupun berapa banyak pembeli dan lain-lain.

  1. Decision Support System

Decision Support System adalah aplikasi suatu program yang menganalisa data bisnis dan menyajikan data data tersebut sehingga user bisa membuat sebuah keputusan bisnis.

Analisis Decision Support System pada BUKALAPAK menggunakan data khusus yang didapatkan dari pengumpulan data berupa traffic transaksi yang ada sebelumnya untuk memberikan saran keputusan berupa ekspansi usaha maupun menambahkan fitur.

> Executive Information System

Executive Information System adalah tipe dari sebuah Sistem Informasi Management yang memfasilitasi dan mendukung informasi bagi senior eksekutif dan penunjang materi dalam sebuah pengambilan keputusan.

Sistem yang dimaksud dalam perusahaan BUKALAPAK dapat berupa data-data traffic untuk pertimbangan pengambilan pimpinan BUKALAPAK.

  1. Specialized Processing System
  2. Expert System

Expert System adalah sistem komputer yang menyerupai kemampuan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh para ahli.

Sistem yang dimaksud dalam perusahaan BUKALAPAK dapat berupa data-data traffic untuk pertimbangan pengambilan pimpinan BUKALAPAK.

  1. Knowledge Management System

Knowledge Management System adalah sistem informasi yang mengaplikasikan dan menggunakan prinsip knowledge management. Dengan kata lain, Knowledge Management System menggunakan seluruh pengetahuan bisnis yang ada sebagai penunjang kegiatan bisnis suatu perusahaan.

Dalam BUKALAPAK terdapat ahli dalam bisnis yang akan menunjang kegiatan bisnis perusahaan.

>Strategic Information System

Strategic Information System adalah sebuah sistem informasi yang berfokus pada strategic management dan isu-isu bisnis dan organisasi internal.

Terdapat para ahli yang mengurus isu-isu bisnis dan internal perusahaan BUKALAPAK.

  1. Functional Business System

Functional Business System adalah macam-macam dari sistem informasi yang menunjang fungsi bisnis dalam bidang akuntansi, finansial, marketing, operation management, dan pengelolaan sumber daya manusianya.

Dalam BUKALAPAK pasti terdapat macam-macam sistem informasi untuk menunjang semua elemen yang membuat bisnis perusahaan berjalan.

 

Klasifikasi sistem informasi Bukalapak ke dalam Piramida Pengguna

  1. Transaction Processing Systems (TPS)

TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakanoleh manajer. Sistem ini bekerja pada level operasional. Input pada level ini adalah transaksi dan kejadian. Proses dalam sistem ini meliputi pengurutan data, melihat data, memperbaharui data. Sedangkan outputnya adalah laporan yang detail, daftar lengkap, dan ringkasan.

Pada studi kasus Bukalapak, yang termasuk TPS antara lain:

  • Marketing
  • Content
  • Design
  • HRD
  • Finance
  • Quality Control
  • Customer Service
  1. Management Information Systems (MIS)

MIS mendukung spektrum tugas-tugas organisasi yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. MIS menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membantu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).

Pada studi kasus Bukalapak, yang termasuk MIS yaitu Direktur Bagian.

  1. Decision Support Systems (DSS)

DSS hampir sama dengan MIS karena sama-sama menggunakan basis data sebagai sumber data. DSS bermula dari MIS karena menekankan pada fungsi pendukung pembuat keputusan di seluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.

Jenis-jenis DSS menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:

  • Mengambil elemen-elemen informasi
  • Menganalisis seluruh file
  • Menyiapkan laporan dari berbagai file
  • Memperkirakan dari akibat keputusan
  • Mengusulkan keputusan
  • Membuat keputusan

Pada studi kasus Bukalapak, yang termasuk DSS yaitu Direktur Utama.

  1. Executive Information Systems (EIS)

EIS adalah sistem terkomputerisasi yang menyediakan akses bagi eksekutif secara mudah ke informasi internal dan eksternal yang relevan dengan faktor penentu keberhasilan.

Pada studi kasus Bukalapak, yang termasuk EIS yaitu Komisaris Umum.

UTS REMAKE WEB

Pada Kesempatan uts kali ini , saya diberi UTS berupa remake sebuah website

website sebelumnya – > web sebelum

website setelah remake -> setelah di remake

Tugas Profil Diri PWEB

Pada kali ini saya diberi tugas untuk membuat profil diri saya dengan html

berikut profil saya

->Profil Raldo

Guest Lecture by TRAVELOKA

learn from data : membuat komputer belajar dari data tanpa disuruh secara eksplisit ( memprediksi masalah sekarang dari data masa lalu yang di yakini kejadian saat ini akan seperti kejadian masa lalu

the assence of machine learning
– ada data
– pola
– tidak ada persamaan matematika yang dpat menyelesaikan secara langsung

jika di ibaratkan toko musik, perbedaan cara kerja manual, Automation, dan Machine sebagai berikut

manual : penjaga toko menawarkan langsung kepada setiap customer
Automation : komputer memutuskan rekomendasi untuk setiap customer dengan rule (if/else) yang di tentukan pejaga toko
Machine : komputer memutuskan rekomendasi musik untuk setiap customer yang rule nya di discover sendiri oleh komputer

kenapa pakai Machine learning, karena data yang ada sangat banyak, contoh penggunaan di Traveloka untuk Klasifikasi jenis ruangan pada foto dan Rekomendasi berdasarkan keyword search

Tipe problem
– Linier : pada masalah ini data bisa dipisahkan dengan sebuah garis lurus
– Non Linier : Klasifikasi data tidak berupa garis lurus

 yang penting di kuasai dalam Machine Learning
– Aljabar Linier
– Probabilitas
– Statistika

 

Deep Learning

Deep Learning (DL) adalah teknik dalam NN yang menggunakan teknik tertentu seperti Restricted Boltzmann Machine (RBM) untuk mempercepat proses pembelajaran dalam NN yang menggunakan lapis yang banyak atau lebih dari 7 lapis. Dengan adanya DL, waktu yang dibutuhkan untuk training akan semakin sedikit karena masalah hilangnya gradien pada propagasi balik akan semakin rendah.3,4 Beberapa jenis DL antara lain Deep Auto Encoder, Deep Belief Nets, Convolutional NN, dan lain lain.

Secara sederhana DL adalah teknik dalam NN, NN adalah teknik dalam ML, dan ML adalah teknik dalam AI.